Bertempat di salah satu hotel di Jakarta Wakil Ketua Umum PBNU (DR. H. As’ad Said Ali) meluncurkan buku ke-4 nya, buku yang di launching membahas tentang maraknya aksi anak muda yang melakukan jihad dan serta keingginannya untuk merubah idiologi Pancasila.
“Hal ini lah yang melandasi munculnya aksi terorisme sehingga sering terjadi tindak kekerasan berdarah/ pemusnahan etnis atau faham tertentu dan aksi bom bunuh diri”, ujar Wakil Ketua Umum PBNU (DR. H. As’ad Said Ali).
Dengan mengambil judul Al-Qaeda yakni kajian sosial politik idiologi dan sepak terjangnya, buku tersebut diluncurkan dengan tujuan untuk memberikan kontribusi bagi peradaban yang mulia, damai, dan kemaslahatan dinegeri ini.
Dalam acara tersebut selain dihadiri oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, turut hadir pula Yeni Wahid putri Presiden 4 Republik Indonesia (KH Abdurahman Wahid), serta Wakil Menteri Agama (Nasaruddin Ummar).
Buku Al-Qaeda yang di luncurkan terdiri dari 8 Bab, untuk Bab Pertama Berisiskan Refleksi Pengalaman Pribadi DR. H. As’ad Said Ali yang merasakan suasana politik ditimur tengah pada tahun 1982-1990, Bab kedua menguraikan tentang ideologi kaum jihadi Al -Qaeda secara khusus, untuk Bab 3 4 dan 5 membahas tentang jamaah islamiyah dan hubunganya dengan Al-Qaeda,
“Hal ini dibahas karena mengingat banyak orang yang salah kaprah, termasuk opini media dalam memahami kedua organisasi gerakan keras tersebut”, Wakil Ketua Umum PBNU (DR. H. As’ad Said Ali).
Sedangkan untuk Bab 6 dan 7 membahas tentang operasi dan strategi yang dilakukan Al-Qaedah di Asia Tengara, pada Bab yang ke 8 merupakan intisari terkait munculnya gerakan radikal Islam ISIS atau pasca meningalnya pemimpin mereka Osama Bin Laden.
“Kami harap, peluncuran buku tersebut dapat memberi sumbangsih kepada masyarakat terkait aksi dan kelompok terorisme yang makin marak terjadi”, ujar Wakil Ketua Umum PBNU (DR. H. As’ad Said Ali).
