Pasuruan-Jurnal 9, Abdul Khamid (51 th) mantan pemain TIMNAS PSSI era tahun delapan puluhan , tinggal bersama istri dan ketiga anaknya di desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Untuk menghidupi keluarganya, Khamid sehari harinya bekerja mengojek.Selain mencari pelanggan, mantan pemain belakang TIMNAS tersebut menjadi bumen antar jemput anak SD.
Meski penghasilan yang didapat kecil, Khamid tidak bisa berbuat banyak.Sejumlah prestasi yang diperoleh saat bermain sepak bola, tidak menjamin kehidupannya saat ini.
Khamid yang setingkat dengan Rahmad Darmawan tersebut pernah mencetak satu gol saat bertanding melawan Saudi Arabia, dalam pertandingan seleksi piala dunia zona Asia.
Selain itu Khamid, pernah mengantarkan sebagai kompetisi juara selama tiga kali dalam Liga Utama. Serta dipercaya bermain melawan Unisoviet, Australia, Jepang, Korea, Singapura dan Malaysia.
Namun sayang, dirinya tidak memiliki sertifikat kepelatihan sekolah sepak bola dan hanya bermodal ijazah SMP.
“Saya menghimbau bagi para pemain sepak bola yang sekarang punya prestasi dan tidak di instansi, lebih berfikirlah untuk memikir hari tua karena bermain sepak bola tidak menjamin untuk hari esok “, ujar Abdul Khamid, mantan pemain TIMNAS PSSI.
Nasib Mantan Atlet Indonesia, Mengojek
Written By tv9 on Rabu, 25 Juni 2014 | 02.42
Label:
Peristiwa
