Dugaan Ajaran Menyimpang, Warga Grebek Rumah Provokator
Written By tv9 on Selasa, 13 Mei 2014 | 04.42
Sidoarjo-Jurnal 9, Sekitar lima puluh warga asal Desa Tebel Timur Kecamatan Gedangan Sidoarjo mendatangi rumah kasminto di desa setempat. Kedatangan mereka ke rumah Kasminto untuk meminta kejelasan atas selebaran yang disebarkan Kasminto, yang memfatwakan ajaran Nahdlatul Ulama Bid’ah dan menyesatkan.
Sesampai di rumah Kasminto, warga dan Ormas NU setempat menanyakan soal empat puluh tujuh amaliyah ajaran N-U yang dianggapnya menyimpang. Saat menjelaskan Kasminto terlalu berbelit belit. Kasminto mengatakan awalnya selebaran provokasi di berikan ke tiga orang untuk disimpan, namun kenyataannya selebaran tersebut beredar ke masyarakat luas.
Setelah satu jam, perbincangan tersebut tidak menemukan jalan keluar, Kasminto akhirnya dipanggil paksa ketua MWC NU setempat. Warga yang geram dan kesal melampiaskan kemarahannya dengan memukul Kasminto karena saat diberi pertanyaan Kasminto menjawab sambil tertawa.
Salah satu isi selembaran provokasi tersebut menyebutkan bahwa tahlilan orang meninggal dan memperingati hari-hari besar islam adalah menyesatkan. Warga menilai, apa yang dilakukan kasminto adalah penistaan agama, dan bisa menyengsarakan warga lainnya. Warga meminta agar Kasminto menarik kembali selebaran provokasi yang berisi empat puluh tujuh amaliyah N-U yang di nilai menyesatkan, dan segera melakukan perjanjian tertulis, serta meminta maaf kepada warga tebel dan sekitarnya.
Untuk menghindari amuk masa yang lebih banyak, Kasminto akhirnya di bawa ke MAPOLSEK Gedangan untuk di amankan.
Label:
Lensa Nahdliyin,
Peristiwa
