Surabaya-Jurnal 9, Seminar yang diselenggarakan oleh civitas akademika UNAIR membahas tentang MIGAS yang terus mengalami penyusutan. Pakar lingkungan hidup UNAIR (Suparto Wijoyo) Menegaskan, MIGAS merupakan salah satu problem besar di negeri ini.
Banyak sekali perjanjian terkait MIGAS dengan pihak asing yang ternyata tidak menguntungkan bangsa Indonesia. Beberapa kontrak pertambangan dan royalty yang diterima oleh pemerintah Indonesia tak kurang dari 10 persen, sementara pihak asing menerima 90 persen.
Untuk itu pemimpin bangsa Indonesia kedepan harus berani melakukan revisi terhadap kontrak pertambangan. Diantaranya lewat renegoisasi dan evaluasi.
Kondisi yang terjadi saat ini tak ubahnya rakyat Indonesia miskin di rumahnya sendiri. Padahal bangsa Indonesia sangat kaya dengan energynya tapi malah tidak dapat menikmati hasilnya.
Disinggung tentang sosok CAPRES pilihan, PIHAK UNAIR menyatakan tidak akan berpihak kepada CAPRES manapun dan bersifat netral. Tapi jika ada CAPRES yang peduli dengan hajat hidup orang banyak melalui pangan dan energy, maka UNAIR siap akan mendukungnya.
UNAIR Dukung Capres Terpilih Lakukan Kedaulatan Energi
Written By tv9 on Kamis, 12 Juni 2014 | 07.23
Label:
Politik
+_+ADI.avi_000005640.jpg)