Surabaya-Jurnal 9, Penutupan Lokalisasi Dolly yang akan dilaksanakan 19 Juni mendatang memang sudah diputuskan oleh Pemerintah Kota Surabaya, bahkan banyak elemen masyarakat yang mendukung langkah Tri Risma Harini untuk membebaskan Kota Surabaya dari stigma buruk kota prostitusi.
Akan tetapi rencana penutupan lokalisasi terbesar se Asia Tenggara tersebut menemui berbagai hambatan. Bahkan salah satunya datang dari Wakil Walikota Surabaya (Wisnu Sakti Buana).
“Penutupan lokalisasi sebelum bulan puasa terlalu tergesa- gesa dan perlu dilakukan penundaan,” ujarnya.
Penundaan ini dilakukan karena masih banyak masalah di sekitar lokalisasi yang belum secara tuntas di selesaikan. Salah satunya permasalahan ekonomi antara warga asli Surabaya dan Psk yang berada di lokalisasi.
Wisnu juga menambahkan, selama ini Pemerintah Kota Surabaya hanya fokus pada masalah pemulangan Psk saja, dengan memberikan uang modal usaha dan uang transport untuk kembali ke daerah masing masing. Namun tanggung jawab terberat terletak pada warga asli Surabaya yang selama ini mengais rezeki di sekitar lokalisasi, seperti para pedagang rokok, jasa laundry, dan para tukang parkir.
WaWali Surabaya Hambat Rencana Penutupan Dolly
Written By tv9 on Kamis, 15 Mei 2014 | 06.55
Label:
Peristiwa
